LPDB Koperasi Kemukakan Perkembangan Koperasi Indonesia dan Pentingnya Relevansi Koperasi pada Generasi Gen Z di Era Digital Forum Internasional Credit Union

BANGKOK — Potensi besar koperasi Indonesia dan tantangannya di era generasi muda menjadi sorotan dalam World’s Credit Union Conference 2026 di Bangkok. Forum internasional ini membuka ruang dialog global mengenai transformasi koperasi, inovasi pembiayaan, hingga strategi memperluas partisipasi generasi muda.

Direktur Umum dan Hukum Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, Deva Rachman, yang mewakili Kementerian Koperasi Republik Indonesia dalam World’s Credit Union Conference (WCUC) 2026 berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 2–6 Februari 2026 menjelaskan bahwa forum internasional ini menjadi ruang strategis untuk berbagi gagasan dan pembelajaran lintas negara mengenai masa depan koperasi di tengah perubahan ekonomi dan sosial global.

Konferensi tersebut memberikan perspektif global yang berharga, khususnya terkait tantangan relevance gap, yakni bagaimana koperasi harus terus berevolusi agar tetap relevan dengan ekspektasi dan gaya hidup generasi muda.

Dalam paparannya, Deva Rachman juga menyampaikan perkembangan ekosistem koperasi di Indonesia, termasuk peran strategis LPDB Koperasi sebagai lembaga pembiayaan yang mendukung koperasi melalui skema pembiayaan berbiaya rendah, serta penguatan koperasi melalui program nasional Koperasi Desa Merah Putih.

“Koperasi hari ini tidak cukup hanya kuat secara nilai, tetapi juga harus adaptif secara model bisnis dan komunikasi. Tantangan terbesar kita adalah menjembatani relevance gap agar koperasi benar-benar hadir sebagai solusi yang dekat dengan generasi muda,” ujar Deva Rachman.

Dari dua hari sesi konferensi, terdapat sejumlah pembelajaran penting yang menjadi catatan strategis bagi pengembangan koperasi di Indonesia. Salah satunya adalah potensi pasar Credit Union (CU). Indonesia saat ini memiliki sekitar 1,4 juta anggota CU, angka yang menunjukkan peluang pertumbuhan signifikan, terutama jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Filipina yang telah mencapai 1,6 juta anggota.

Selain itu, beberapa negara melakukan pendekatan rebranding untuk menarik minat generasi muda. Australia, misalnya, mengubah nomenklatur Credit Union menjadi Mutual Banks sebagai bagian dari modernisasi merek agar lebih relevan bagi Generasi Z dan Milenial.

“Rebranding bukan sekadar mengganti nama, tetapi bagaimana koperasi mampu membangun persepsi baru sebagai institusi yang modern, inklusif, dan sesuai dengan aspirasi anak muda,” tambah Deva.

Dalam forum tersebut, Deva juga menyoroti keunggulan Indonesia yang relatif jarang dimiliki negara lain, yakni keberadaan LPDB Koperasi sebagai lembaga khusus yang menyediakan pembiayaan dengan suku bunga rendah bagi koperasi.

“Tidak banyak negara yang memiliki lembaga seperti LPDB Koperasi. Ini adalah keunggulan kompetitif koperasi Indonesia dan bahkan menjadi perhatian negara lain untuk direplikasi,” jelasnya.

Isu manajemen risiko, khususnya tantangan pengembalian pinjaman, juga menjadi perhatian global dalam konferensi ini. Penguatan sistem prudensial dinilai menjadi kunci keberlanjutan koperasi dalam jangka panjang.

Menariknya, inovasi pembiayaan berbasis syariah yang berkembang di Indonesia turut mendapat perhatian internasional. Amerika Serikat menunjukkan ketertarikan terhadap model keuangan syariah Indonesia sebagai bagian dari praktik keuangan etis dan inklusif.

“Ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga rujukan dalam pengembangan keuangan etis berbasis nilai,” kata Deva.

Indonesia sendiri memiliki sekitar 140 juta generasi muda yang belum tergabung dalam koperasi. Potensi ini dinilai sebagai “senjata rahasia” untuk menjadikan koperasi sebagai powerhouse ekonomi nasional, sekaligus membuka ruang partisipasi dan peluang karier baru bagi anak muda.

“Kami membawa pulang banyak wawasan global dari forum ini. LPDB Koperasi berkomitmen menerjemahkan pembelajaran tersebut untuk memperkuat koperasi lokal agar semakin relevan, berdaya saing, dan diakui di tingkat global,” pungkas Deva Rachman.

Jakarta, 5 Februari 2026
Humas LPDB
www.lpdb.go.id

Leave a Replay

Berita Lainnya