JAKARTA – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi terus berkomitmen memperkuat ekosistem pembiayaan dan kelembagaan koperasi di Indonesia.
Komitmen ini diwujudkan melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang tergambar dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Pinjaman/Pembiayaan Dana Bergulir yang dirangkaikan dengan acara Buka Puasa Bersama LPDB Koperasi.
Acara silaturahmi ini menjadi momentum strategis karena mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem ekonomi kerakyatan.
Turut hadir dalam acara ini Menteri Koperasi Republik Indonesia, Bapak Ferry Juliantono beserta Ibu Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Koperasi, pimpinan kementerian dan lembaga, serta para mitra koperasi.
Hadir pula mitra perbankan, lembaga penjaminan, perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, asosiasi pengusaha, organisasi kemasyarakatan, akademisi dari berbagai universitas, dan rekan-rekan Forum Wartawan Koperasi.
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, dalam sambutannya menegaskan kembali peran krusial lembaganya sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam memajukan ekonomi kerakyatan.
“LPDB Koperasi ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Kementerian Koperasi. Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kami sangat jelas, yakni memberikan kemudahan akses pembiayaan kepada koperasi-koperasi di Indonesia, baik itu koperasi simpan pinjam, koperasi sektor riil, maupun KDKMP,” tegas Krisdianto.
Fokus pada Sinergi Ekosistem dan Generasi Muda
Di tempat yang sama, Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, menggarisbawahi bahwa acara ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan langkah strategis untuk memperluas jangkauan kolaborasi, khususnya bagi pihak-pihak yang belum sepenuhnya mengenal peran LPDB Koperasi.
“Kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar LPDB Koperasi dalam memperkuat pemahaman, sinergi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem pembiayaan koperasi di Indonesia. Kami ingin mengajak organisasi-organisasi kemasyarakatan untuk berkolaborasi. Insya Allah, dari sini akan terjadi business matching untuk perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia,” ungkap Deva.
Lebih lanjut, Deva menyoroti potensi besar demografi Indonesia yang saat ini memiliki sekitar 141 juta generasi muda dan milenial. Pihaknya berharap, kolaborasi antara pemerintah dan ormas dapat menjadi satu langkah besar untuk menyukseskan program Kementerian Koperasi dengan melibatkan energi inovatif anak muda.
Gagas Program Kuliah Koperasi Nyata (KKN)
Sebagai wujud nyata dari pelibatan generasi muda, LPDB Koperasi saat ini tengah mematangkan terobosan baru bernama program Kuliah Koperasi Nyata (KKN). Melalui program ini, mahasiswa akan diterjunkan langsung untuk mengabdi dan memajukan koperasi di daerah.
“Kami berharap silaturahmi ini melahirkan banyak program untuk generasi muda. Kami akan membuat program KKN atau Kuliah Koperasi Nyata. Baru-baru ini kami telah bertemu dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) di Bandung. Kami ingin ke depan ada anak-anak mahasiswa KKN yang ditempatkan dan praktik langsung di koperasi-koperasi yang sudah berjalan maupun di KDKMP,” pungkas Deva.
Melalui sinergi erat antara akses pembiayaan LPDB Koperasi, dukungan kebijakan pemerintah, peran aktif organisasi kemasyarakatan, serta inovasi akademis dari mahasiswa KKN, diharapkan ekosistem perkoperasian Indonesia akan semakin inklusif, modern, dan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Jakarta, 13 Maret 2026
Humas LPDB
www.lpdb.go.id





